…….

tertunduk aku dipelukMu..
kutengok kebelakang… kepada semua jejak yang telah aku toreh.. aku tinggalkan.. berwarna hitam.. putih.. dan tak jarang disertai air mata, gelak tawa, kepuasan, keputusasaan, keajaiban, tuntasnya sebuah rasa penasaran, cinta kasih serta darah

tak ketemui juga apa yang kucari. sebuah harapan yang berasal dari tingginya dagu ini terangkat, ternyata hanya menghasilkan sebuah keputusasaan. bukan ini yang kucari. dimanakan itu? disaat raga mencari jiwa.. hanya kehampaan yang hadir. bermimpi pun bukan segalanya. eksplorasi rasa pun tidaklah menjawab semuanya. disaat semua kembali terhempas, hanya ketololan yang hadir. sudah terlambat nak.. terlalu lama kamu mencari.. semua gagak telah terbang dan mendapatkan mangsa, sedangkan kamu masih di bumi dan berpikir apakah diri ini lapar atau tidak?

apakah “ditinggal sendirian disaat kita siap berteriak pada dunia” itu menyakitkan? seperti halnya sebuah pertanyaan atas mana yang lebih menyakitkan, “seorang pelacur yang tidak dibayar ataukan pelacur yang tidak dipakai?” toh semuanya sama sama menyakitkan untuk dijalani. sama sama menjelaskan sebuah sakit hati atas sebuah hal yang bernama realitas.

ah.. mengapa harus kembali ke bumi?
kembali melihat kaki-kaki telanjang berlari di sepanjang trotoar panas.. kembali melihat teriakan anjing.. bangsat.. dan juga setan!! pada setiap ketidakadilan yang hadir.. dan kembali pada sebuah hal yang bernama.. seharusnya kamu begini karena si anu juga begini.. dan kembali aku hanya bisa berteriak.. bangsaaaat!!!!!

bukan.. bukan itu seharusnya yang terjadi. pencarian ini masih panjang.. kembali ke titik awal tidak menjawab semua pertanyaan yang telah timbul. tapi pengalaman pun menjawab bahwa mencari ke titik terjauh pun, hanya menuntaskan sebuah hal yang bernama rasa penasaran. apakah itu semua menjawab semua pertanyaan? belum sayang… dan ternyata mendapat jawaban atas sebuah pertanyaan, juga bisa merupakan sebuah kelahiran atas pertanyaan baru yang jauh lebih kompleks dan menyakitkan.

kamu tahu.. bukan akhir seperti ini yang saya cari.. ini ternyata bukan fairy tale.. dimana semua happily ever after.. ini ternyata hanya bentuk lain dari sebuah hal yang bernama (again) realitas