pulang

tiga satu maret dua ribu lima.. perjalanan satu setengah tahun akhirnya selesai dan kehidupan baru harus dimulai. schiphol-pun menjadi saksi. saksi atas sebuah hal yang bernama persahabatan.. sebuah persaudaraan. dilepas para sahabat terbaik untuk kembali ke tanah (yang katanya) tercinta disertai keharuan yang menyeruak diantara kami *ah… bukankah satu sisi bandara memang senantiasa berisi tangisan perpisahan??* menjadikan kepergian (kepulangan??) itu terasa sangat berat. ego terasa hilang.. hanya kejujuran pun menyembul. pelukan kalian terasa hangat dan membekas hinga saat ini.

schiphol pun memberikan rasa sakit, kepulangan yang hampir tertunda dan denda atas sebuah pelanggaran yang sepertinya biasa dilakukan oleh semua orang.. excess baggage.. ha ha ha. tangis pun semakin bias.. entah apa yang menjadi penyebab air keluar dari bola mata yang hitam ini. sedih.. kesal.. takut.. kecewa.. haru.. dan bahagia (??). keluar dan menimbulkan kelelahan.

memang perjalanan 15 jam yang melelahkan. dua orang saudara pun hanya bisa terdiam. kelelahan akibat hal-hal tersebut malah semakin membuat persaudaraan ini terikat erat. semoga bisa menjadi selamanya. terima kasih..bro.. sis..