sebuah maaf

hempasan tubuhnya membuat lelaki itu terbangun. amarah masih terlihat di wajahnya. diusapkan lengannya pada pipi lelaki tersebut. terasa lembab akibat air mata yang telah dikeluarkannya.

sayang.. maafkan. saya tahu kalau itu sebuah kesalahan, namun saat ini saya tidak ingin membahasnya. saya hanya mengaku salah dan please.. maafkan saya. suatu saat.. saya akan jelaskan semuanya padamu.

lelaki itu tersenyum sedikit.. sangat sedikit. hanya rasa cinta yang bisa melihat senyum itu. wajahnya didekatkan.. nafasnya sangat tenang.. namun hembusan lelaki itu semakin membuat hatinya berdegup kencang.

saya maafkan..

wajah mereka bertemu. kedua bulatan coklatnya menatap tajam sang lelaki. sangat dalam. sedalam cintanya pada lelaki itu. dia sendiri tak mengetahui berapa lama tatapan sang lelaki itu membius dirinya.

pagi itu.. matahari membuat lekuk tubuhnya semakin terlihat. tatapan sang lelaki menelusur wajah hingga kakinya. dari gerakan matanya ia tahu bahwa sang lelaki menghendaki sesuatu. namun.. hanya gelengan yang bisa ia berikan, seraya mengenakan semua pakaiannya.

ia harus pulang. suami dan anak-anaknya pasti menunggunya. kemarin ia janjikan abang untuk hadir pada pertandingan sepakbola pertamanya. janji yang tak boleh ia langgar.

ps:..untuk sebuah rindu..