the peak

bukan..
bukan kamu atau siapapun yang harus menentukan lokasi puncak saya. tapi.. saya sendiri. walaupun sebenarnya saya ingin bisa menyelaraskannya dengan arah puncak yang kamu tuju. tapi kamu sesekali membuat saya bingung dan kehilangan jejak. saya tidak tahu mau kemana kamu dan bahkan.. mau kemana saya.

saya mengerti..
kamu tidak tahu akan berada di puncak mana nantinya. sehingga saya tidak akan pernah bisa memaksa kamu menentukan puncak mana yang akan kamu tuju. walaupun itu kadang saya lakukan. tidak lain, agar saya tahu kemana saya harus melangkah. supaya bisa bertemu kamu di puncak sana. itu saja. namun, pembukaan jalan yang kamu lakukan selalu tidak pernah bisa saya tebak. bahkan, beberapa kali tertutup kembali dan membuat saya tidak bisa melihat jejak kamu.

saya dahulu berpikir..
bahwa kita akan mendaki bersama. namun ternyata bukan hal yang mudah yah. dengan perbekalan dan keahlian mendaki yang berbeda, ternyata jalur pendakian dan kecepatan kita bisa juga berbeda. entah kapan kita bisa memakan perbekalan kita secara bersamaan di suatu puncak. kadang saya berpikir, kesamaan kita adalah sesama pendaki. seharusnya itu bisa menjadikan kita mencapai puncak yang sama. tapi ternyata, mendaki tidak hanya butuh sebuah identitas pencinta alam.

saat ini..
hidup saya harus berlanjut. saya tidak bisa terus begini dengan berada di sini. saya harus mulai menapak lebih cepat dengan melalui jalan yang ada di depan saya. tapi jangan khawatir.. saat ini saya masih bisa melihat punggung kamu kok. saya hanya akan mulai bangun dan menapak kembali. mudah-mudahan puncak yang kita tuju adalah sama. saya masih berharap itu. mungkin dengan merintis jalur yang baru dan membawa perbekalan yang saya miliki, kita bisa bertemu di ranu kumbolo, gede pangrango, lawu, fujiyama atau bahkan di everest. ya.. kita gak akan pernah tahu.

namun…
kalaupun tidak, dan ternyata kamu memilih puncak yang berbeda…
saya juga harus siap untuk itu. bahkan, saya pun harus siap jika saya dan kamu harus kembali ke lereng dan tidak dalam tempat yang sama. lereng di mana kita ‘seharusnya’ berada. hidup memang penuh dengan kejutan.

tapi.. saya sebenarnya ingin sekali kita berada di puncak gunung edna. kamu masih mau kan? tapi bekal kita cukup tidak yah?