denok dan cintanya

q… tadi ayah menelepon mas.. dan memintanya untuk segera menikahiku. ternyata rasa gundah saya tadi malam, dikarenakan hal tersebut. saya gak tahu q… saya merasa tersudutkan oleh semua ini. atau memang harus begini akhirnya ya q?

sebut saja denok.. salah satu sahabat terbaik saya. kedekatan kami dimulai sejak dahulu kala. keisengan saya untuk mengorak-ngorek hidup seseorang membuat denok tak kuasa untuk bercerita tentang semua kisahnya pada saya.

kisah cintanya pada seorang lelaki, sebut dia yudistira, ternyata tidak semulus kulitnya. saya yang selama ini menganggap mereka sebagai pasangan sejati ternyata salah total. seseorang telah membuat perasaannya berpindah. sang arjuna membuat denok menyadari sebuah hal bernama cinta. sebuah kisah klasik memang. jangan sebut status, suku, agama, ataupun kondisi ekonomi. semua menjadi hilang ketika rasa cinta menggelitik, seperti halnya kupu-kupu yang hinggap di perut. cinta membuat kita memilih. dan cinta pulalah yang membuat kita mengabaikan.

sebuah perselingkuhan , kalau memang mau disebut begitu, ternyata mampu bertahan beberapa tahun lamanya. denok memang pandai memainkan peranannya. tidak hanya pada sang kekasih, tapi juga semua orang. bertahun-tahun keindahan hal bernama cinta menjadi penyemangat hidup denok. semua kerja dan pencapaian karirnya saat ini menjadi bukti semua itu.

namun.. selama itu pula, arjuna memiliki srikandi. entah sudah berapa srikandi yang menjadi pendampingnya. denok sendiri tidak pernah tau wajah mereka. ia masa bodoh dan tidak mau tahu. yang ia percaya, semua ini menjadi konsekuensi logis dari sebuah hal bernama ‘perselingkuhan’. denok hanya ingin menikmati cinta. arjuna pun mengetahui itu.

saat ini… kata-kata sang ayah hanya bisa membuatnya diam. memilih ternyata tidak segampang yang dipikirkannya. menikah dengan orang yang dia cintai atau dengan orang yang mencintainya? apakah itu pilihan? haruskah menikah?(yang terakhir itu pertanyaan saya padanya.. dan dia jelas-jelas mengatakan iya..)

yang denok tahu, memilih arjuna berarti sebuah kejujuran pada hidup. namun juga sebuah kebodohan yang hanya akan membuatnya semakin terpuruk dalam ketidakpastian. bahkan.. arjuna pun tidak pernah mau melepas srikandi. seperti halnya denok yang tidak pernah mau melepas yudistira. egoisme memang menjadikan semua ini mengambang. walaupun.. cinta sebenarnya sesuatu yang gamblang jika terdapat dua pihak yang memperjelasnya. tapi mereka berdua (atau salah satu).. ternyata memilih untuk menjadikannya melayang tanpa arah. hingga akhirnya tekanan sosial membuat denok dihadapkan pada pilihan.. TIDAK ADA PILIHAN.

nok… ini hidup kamu. putuskan yang terbaik buat kamu. saya percaya, kamu lebih tahu mana yang terbaik untuk hidup kamu. yang saya percaya.. cinta yang tulus itu bisa dipupuk… seperti halnya cinta kamu pada mereka.