wisata kuliner jateng-yogya

mangut nila - moro lejar tujuan utama perjalanan kami ke jawa tengah dan yogya sebenarnya adalah untuk mencoba beberapa jenis makanan dan masakan (beda yah?) yang ada di sana. saya menyebutnya wisata kuliner. saat itu, saya bayangkannya diri ini sebagai bondan winarno (host acara bango cita rasa nusantara yang disiarkan di trans tv, yang juga pengasuh rubrik jalan sutra di kompas.com) yang mengelilingi beberapa tempat makan di indonesia. *sumpah…i envy you.. mas bondan.. udah keliling nusantara, gratis jalan-jalan dan makan.. serta dibayar pula… hiks.. what a job* . tapi, alih-alih menjadi bondan.. melihat porsi makan dan postur tubuh, teman-teman malah mengatakan saya sebagai benu buloe (host acara yang juga tester makanan di jelang siang trans tv). hua ha ha.. maap.. mas benu… i’m not worthy kok dibanding sampeyan..

satu keuntungannya adalah kami ditemani oleh seorang sahabat (thanks a lot.. mas dibyo!!) yang notabene sangat suka makan dan menguasai tempat-tempat makan di jawa tengah dan jogja. saya sendiri sampai terbengong-bengong dengan pengetahuannya atas tempat-tempat makan di sana, juga (tentunyaaa) kemampuan makan beliau yang saat itu diklaimnya sedang tidak nafsu makan. *haaaaaaah???!!@ becanda luuuuu????*

nasi ayam simpang lima – semarang
ini salah satu makanan khas yang wajib dicicipi jika kita berkesempatan mengunjungi semarang. nasi bersantan yang rasanya gurih (seperti nasi uduk) ditambah dengan opor ayam suwir, kerecek, serta telur pindang. selain itu kita bisa menambahkan beberapa tusuk sate yang berisi telur puyuh, hati, jeroan dan bahkan jengger kepala ayam. rasa yang enak, harganya yang tidak terlalu mahal, dan porsinya yang ‘cukup’ untuk orang kebanyakan (buat saya.. kurang.. he he he) membuat nasi ayam ini sangat diminati.

pertama kali tiba di semarang pukul 3 subuh, saya langsung minta untuk dibawa ke tempat ini. ternyata, pengunjungnya masih ramai sekali. dibuka pukul 9 malam dan dua orang ibu itu melayani pengunjung hingga subuh atau ketika makanan tersebut habis. saat itu malam menjelang libur dan beberapa pengunjungnya tampak baru keluar dari diskotik atau tempat2 dugem di semarang. tempat ini pun menjadi penutup wisata saya, sebelum bertolak ke jakarta.

soto ayam bokoran – semarang
terletak di jalan plampitan, salah satu pojokan kota tua di semarang, warung soto ini kami kunjungi di pagi hari. ternyata kami harus mengantri sebelum bisa mencicipi soto ini. pengunjung yang membludak, membuat saya terheran-heran. padahal, restoran ini sangat kecil dan pengap. namun, para pengunjung rela berdesakan dan menunggu yang lain selesai makan. soto ayam ini, disajikan dalam mangkok yang tidak terlampau besar, dengan kuahnya yang berwarna kuning kecoklatan dan diisi dengan soun dan ayam suwir, serta nasi putih tentunya. saya akui bahwa wanginya cukup menggugah selera makan. padahal perut saya baru saja diisi dengan nasi ayam di subuh tadi. selain soto ayam, terdapat juga beberapa makanan pendamping, antara lain tempe goreng, perkedel, telur kecap, dan sate kerang.

sgpc – undip semarang
sgpc alias sego pecel merupakan makanan wajib para mahasiswa/i di sana, juga di beberapa tempat di pulau jawa ini. kami memilih di salah satu warung kecil yang berdekatan dengan simpang lima, tepatnya di jalan singosari. harganya yang relatif murah dengan porsi yang amat sangat cukup, membuat warung ini dikunjungi banyak pengunjung, terutama mahasiswa. seperti halnya warung makan lain, sgpc juga memiliki makanan pendamping yang tak kalah lezatnya, seperti tempe goreng, tempe kemul, telor mata sapi, telor dadar dan gorengan lainnya. sungguh, suatu makan siang yang murah dan sangat mengenyangkan.

tahu baxo – ungaran
memang seperti itu cara penulisannya. tahu baxo. saya sendiri terpingkal-pingkal membacanya, ketika dibawa ke toko tahu baxo. letaknya di jalan kutilang raya di pelosok ungaran, dengan melewati beberapa sawah di kanan kiri jalannya. warung tahu baxo itu sendiri sudah cukup modern, seperti halnya toko di kota. kami membeli satu kotak berisi sepuluh tahu. cukup mengantri juga, karena walaupun tokonya jauh, pengunjungnya cukup ramai juga.

sesuai namanya, makanan ini merupakan penganan yang berbahan dasar tahu dan berisikan baso daging sapi di dalamnya. gigitan pertama, saya sudah terkesan dengan rasa bumbunya. sedikit basah, namun rasa bawang putih dan bumbu khas mereka langsung terasa di lidah. sedikit menyengat memang, apalagi buat anda yang tidak menyukai aroma bawang putih. namun jangan khawatir, tak lama rasa tawar tahunya akan membuat sensasi tersendiri. ketika gigitan anda mencapai baso sapinya, hal itu akan menjadi puncak dari ritual makan tahu baxo ini. rasa daging sapinya sangat terasa dan membuat kita tak sabar untuk mencoba gigitan berikutnya. makanan ringan namun sedikit berat ini, sangat cocok disantap sore hari atau pagi hari sebagai peneman minum teh dan kopi.

kampung kopi banaran – ungaran
menuju solo, kami memutuskan singgah dulu di kampung kopi banaran ini. terletak di pinggir jalan selepas kota ungaran, kafe ini dikelola oleh pt perkebunan nusantara. tak hanya kopi, mereka juga memiliki menu masakan berat lainnya seperti nasi goreng. namun kopi tetap menjadi menu special mereka. dengan kebun kopi seluas ratusan hektar disekitar kafe ini, mereka tak usah repot-repot mencari kopi untuk kebutuhan itu. saya memesan kopi tubruknya, sekedar melepas rasa kantuk. cukup kuat dan nikmat juga rasa kopinya. namun , pelayanan yang seadanya, membuat rasa kopi ini tak cukup kuat untuk direkomendasikan.

sate kambing tambak segaran – solo
salah satu warung sate terkenal di solo ini berdiri sejak tahun 1948, sebagaimana tertera di plang nama toko yang tidak terlalu besar. 4 meja di dalam warung itu cukup membuat sempit warung sate tersebut. namun, beruntung pengunjung yang datang tidak terlalu banyak sehingga kami tidak harus menunggu lama hingga pesanan itu datang.

menu yang mereka tawarkan antara lain sate buntel, sate kikil, dan sate daging. ada juga beberapa menu lainnya seperti tongseng dan gulai. kami memesan salah satu varian gulai yaitu gulai sumsum. yummyy…banged. untuk minuman, selain es jeruk dan es teh, mereka juga menyediakan minuman yang telah lama ada sejak warung tersebut buka, yaitu es kencur dan es gula asam. disebut sate buntel, karena satenya merupakan kumpulan daging yang dicincang halus dan ditambah beberapa bumbu lalu dibungkus dengan lemak kambing dibentuk seperti buntelan. rasanya? jangan ditanya.. enak sekali pemirsa!!@#@

saya pun ternyata baru mengetahui dari website jalan sutranya pak bondan, bahwa kecapnya dibuat sendiri oleh mereka dan dibuat agak cair. hal ini menjadikan rasa kecapnya sangat khas dan memang ‘home made’ sekali. ditambah dengan acar bawang merah, ketimun dan wortel membuatnya menjadi pelengkap yang sempurna bagi sate buntel kami.

kafe dan penginapan roemahkoe – solo
kafe dan penginapan (bed and breakfast) berarsitektur jawa ini dipunyai oleh ibu nina tanjung, istri dari salah satu petinggi golkar. dahulu, rumah ini merupakan rumah dari saudagar batik terkenal di daerah laweyan yang didirikan pada tahun 1938. sang pemilik yang sekarang masih mempertahankan banyak bagian dari rumah terdahulu, hanya saja ia menambah beberapa ornamen2 yang sangat berkebudayaan jawa sekali. terdapat juga beberapa foto tua menggambarkan bagian-bagian kota solo dan juga para pejabat-pejabat di zaman kolonial dahulu, termasuk para pedagang yang tergabung dalam syarikat dagang islam yang termasyhur itu.

saya hanya memesan satu wedang ronde untuk menghangatkan badan sehingga tidak begitu mengeksplor makanan yang mereka sediakan. beberapa yang katanya cukup terkenal antara lain, nasi lodeh pindang, nasi jemblung (bestik jawa), dan nasi sayur bening. namun yang pasti.. cukup mahal. berjalan mengelilingi isi kafe ini sendiri sudah menjadi wisata tersendiri bagi saya. walaupun di beberapa bagian sangat temaram sekali, dan membuat bulu kuduk saya merinding. tapi.. itu.. penyanyi dan live musicnya sepertinya kurang cocok (bagus).. malah jadi mengganggu. apalagi dengan suaranya yang seperti january-christy-sakit-tenggorokan itu.. kebayang doong kaya gimana?

gudeg mbarek bu hj.ahmad – yogyakarta
terletak di sebelah utara gedung pusat universitas gajah mada, warung gudeg ini sudah dua kali saya datangi. cukup banyak warung gudeg di sekitaran ini, namun akibat rekomendasi seorang kawan saya selalu mendatangi warung gudeg ini. seperti halnya warung gudeg lainnya, warung gudeg bu amad ini menyajikan gudeg beserta teman-temannya dengan lengkap sekali seperti ayam, telor dan krecek. tidak hanya makan di warung, kitapun bisa membawa pulang gudeg tersebut dengan menggunakan besek ataupun poci. harga yang lumayan murah membuat gudeg ini juga menjadi sesakoleh pengunjung yang hendak makan ataupun membelinya sebagai buah tangan keluarga di rumah.

restoran moro lejar – kaliurang, yogyakarta
restoran yang berada di pinggir jalan kaliurang km 20 ini, memiliki beberapa cerita unik, selain karena masakannya yang memang terkenal enak. memasuki ruangannya depan yang berdinding beton, kita langsung dipersilahkan menuju ke halaman belakang yang ternyata sangat luaaas sekali. terdapat beberapa saung bambu yang mengingatkan saya beberapa restoran sunda di daerah jawa barat. suara gemericik air dan kolam ikan yang dipenuhi beratus ikan-ikan air tawar membuat suasananya semakin membuat tenang perasaan. katanya, sang pemilik mendapat permintaan khusus dari seorang pengunjung setianya yang memintanya untuk tidak merubah arsitektur dan merubah bahan/konstruksi bangunannya. dan itu dipenuhinya, sehingga bambu tetap menjadi bahan utama saung di restoran ini.

restoran ini mengkhususkan diri pada menu ikan air tawar, seperti gurame, mas, wader dan nila. saat itu, kami kehabisan wader-nya yang sangat terkenal sehingga kami memesan ikan nila yang diolah menjadi mangut. rasanya? jangan ditanya.. hanya dalam hitungan menit.. semua ludes oleh kami berlima. selain itu, terdapat beberapa menu lain yang tak kalah menariknya, antara lain sayur lodeh lembayung, oseng-oseng lombok ijo.. dan satu makanan yang selalu membuat saya teringat akan jawa.. yaitu.. terancam. hmm.. muantap tenan..

jadah tempe – kaliurang, yogyakarta
jangan mampir sudah ke yogya kalau belum mencoba jadah tempe. dan saya.. walaupun dengan perut yang sudah hampir meletus karena kekenyangan, masih bisa menerima penganan yang terdiri dari tempe (yang rasanya maniiiiis sekali) beserta rekan kerjanya.. uli ketan yang gurih. hmm..paduan yang saling melezatkan, dan membuat nikmat di lidah. tapi sayang.. saya cuma bisa memakan dua paket saja, karena perut yang tidak bisa kompromi lagi.

restoran coffee eva – semarang
lokasi restoran ini sebenarnya berada diantara magelang dan semarang, tepatnya di daerah jambu. terletak pada sebuah tanjakan, tempat ini menjadi pemberhentian yang strategis bagi para pengemudi, terutama motor. saya tiba sore hari dan langsung disuguhi tahu rebus sambal kecapnya yang sangat terkenal itu. seperti halnya kafe banaran di ungaran, restoran ini pun terletak ditengah perkebunan kopi, sehingga kopinya merupakan salah satu menu spesial yang wajib dicoba. tapi sayang, saya lupa mengatakan pada si pelayan untuk mengurangi gulanya. seperti halnya warung-warung kopi lain di jawa, kopi mereka pun akhirnya menjadi sangat maniiis sekali. bondan winarno mengatakan bahwa selain kopi, dalam hal ini sirup kopi (paduan antara arabika dan robusta), makanan lainyang wajib dicoba adalah gudeg manggar dan lontong rawon. dan saya tidak mencoba keduanya sama sekali. huu uuh. bodohnya.. saya.

nasi goreng babat dan es marem– semarang

nasi goreng babat memang sangat terkenal di semarang. selain babat gongso yang merupakan campuran babat dengan kecap dan bawang merah yang dimakan bersama nasi panas. salah satu warung nasi goreng babat yang terkenal ada di daerah depok dan juga di beberapa tempat di sekitar stadion. namun saat itu, kami sedang sial, nasi goreng babat langganan sahabat saya di daerah depok sedang tutup, sehingga akhirnya kami mencoba nasi goreng babat di daerah kranggan.

nasi goreng babat, sesuai namanya memang berisikan babat. namun tak jarang, beberapa orang memesan jeroan lainnya seperti usus, paru dan lain sebagainya. hmm.. memang kolesterol tinggi sekali, namun orang sepertinya tidak peduli. penikmatnya tetap saja banyak. namun, jika anda tidak menyukai jeroan seperti itu, nasi goreng standar berisikan ayam pun bisa disediakan.

untuk penutup, kami memesan es marem yang terletak di sebelah warung nasi goreng itu. es marem merupakan es campur dengan ciri khas tambahan berupa tape kering yang membuat rasanya unik dan yang pasti… hmmm… semakin nikmat.