daylight saving.. mengubah waktu menghemat energi..

daylight saving setiap tahun, sebagian besar negara di dunia -yang memiliki iklim temperate- mengalami perubahan waktu secara serentak yang dikenal dengan nama daylight saving time (DST) atau summer time. dimulai pada setiap hari minggu di akhir bulan maret hingga bulan oktober dengan mempercepat dan memperlambat waktu selama satu jam. sebagai contoh tahun ini, pada tanggal 25 maret 2006 pukul 1 am, negara-negara yang bersepakat menerapkan DST memajukan jamnya menjadi pukul 2 am. dan pada tanggal 29 oktober 2006 pukul 2 am, kembali memundurkan jamnya menjadi pukul 1 am.

DST pertama kali diperkenalkan oleh benjamin franklin pada tahun 1784, namun hal itu masih dianggap sebagai gurauan *haiyaah gurauaan* belaka. baru pada tahun 1907, hal ini diajukan secara lebih serius oleh william willet kepada pemerintah inggris, namun usaha beliaupun ternyata belum berhasil. ide tersebut baru diterapkan pada perang dunia I oleh pemerintah jerman pada 30 April dan 1 oktober 1916 yang lalu diikuti oleh pemerintah inggris pada 21 mei dan 1 oktober 1916. Pada tahun 1917, negara bagian newfoundland menjadi daerah pertama di amerika yang menerapkan hal tersebut.

tentu bukan sekedar bergaya-gaya atau malah iseng *gile aje.. iseng*. semua berawal dari waktu terang dan waktu gelap yang berbeda pada beberapa waktu di negara2 beriklim temperate *inget-inget pelajaran geografi yah* dan musim panas memiliki waktu terang yang lebih lama *gue pernah sholat isya jam 11 malem dan jam 3 udah waktunya subuh lagi.. duuh..*. penghematan energi menjadi salah satu alasan mengapa perubahan waktu ini dilakukan. biasanya, penggunaan energi berhubungan erat dengan waktu tidur dan waktu bangun seseorang yang biasanya dilakukan pada waktu yang sama *ngantuk gak ngantuk..pokoknya kudu tidur. .entah karena besok harus bekerja atau sekolah*. sehingga dengan memotong waktu satu jam lebih cepat di musim panas, hal ini akan dapat mempercepat waktu tidur dan waktu beraktivitas orang-orang, yang notobene sangat suka beraktivitas karena saat itu masih terang benderang. semakin lama mereka beraktivitas akan meningkatkan penggunaan energi, baik untuk televisi ataupun alat-alat elektronik lainnya. hal ini pun berlaku pada saat musim gugur dan musim semi.

studi yang dilakukan oleh departemen transportasi u.s. mengatakan bahwa DST bisa mengurangi penggunaan energi sebanyak 1 persen setiap harinya karena berkurangnya penggunaan listrik untuk lampu dan barang-barang elektronik lainnya. selain itu, katanya hal ini juga dapat meningkatkan perekonomian karena orang-orang biasanya suka berbelanja pada saat cuaca masih terang benderang *saya sendiri masih bingung dan mencari penjelasan yang masuk akal. karena belanja.. ya belanja aja.. gak perlu liat waktu siang atau malam toch?*. namun sebenarnya tidak sepenuhnya istilah penghematan energi ini benar. pada musim dingin, matahari biasanya terbit terlambat, sehingga pada saat mereka bangun untuk beraktivitas, secara otomatis akan menggunakan energi *at least lampu lebih banyak* karena pagi yang masih gelap. hal ini semakin terasa pada terutama pada bulan november hingga februari dan penggunaan listrik di pagi hari menjadi lebih tinggi karena matahari lebih terlambat lagi. namun.. jika penghematan energi ini dilihat secara keseluruhan musim, maka penggunaan DST ini berdampak besar pada jumlah energi total yang dikeluarkan setiap tahunnya *pusing yah bayanginnya? gue juga pusing nulisnya.. ekekekek..*.

pada awal musim dingin, waktu dikembalikan seperti semula (1 jam lebih awal) karena mereka agak khawatir jika anak-anak mereka harus berangkat sekolah disaat masih gelap. bahkan, hal itu juga ternyata meminimalisir jumlah kecelakaan di pagi-pagi buta disaat mereka harus berangkat beraktivitas.

saat ini, peralatan komputer modern pun sudah memasukan aplikasi DST ke dalam sistemnya dan mengubah secara otomatis waktu lokal ketika DST dimulai dan selesai. beberapa handphone modern dan jam tangan digital pun menerapkan hal itu. so seperti yang mereka tulis di kampanyenya.. kita tidak bisa menghentikan waktu.. tapi at least.. kita bisa memundurkan waktu.. atau memajukannya. yang pasti …. menghemat energi lebih banyak. *duh.. pusing juga ngeresume beginian.. kalau ada salah-salah.. mohon koreksi yaa..*

ps: agak-agak oot sih.. begini, waktu siang yang lebih lama di musim panas.. bikin orang-orang yang terbiasa dengan waktu tropis *a.k.a saya*.. agak kesulitan juga. kadang saya bukan orang yang makan berdasarkan jam *maksudnyaaaaa??? makan kapan aja? hihhihi*.. jadi kadang.. gak bisa makan malam kalo masih terang benderang. alhasil, pas musim panas, sering banget saya makan malam diatas jam 9 atau bahkan jam 10 malam. duuh… teratur sekali kaaaan?

bahan-bahan diambil dari berbagai sumber di internet