hidup bersama..

tinggal bersama para mahasiswa yang berasal dari negara lain sangatlah menyenangkan (walau kadang juga menyebalkan). saat ini, saya tinggal bertiga bersama dengan dua orang wanita *yup.. hanya dua.. dan semuanya cantik* yang berasal dari eropa timur. satu mahasiswa phd berasal dari rumania dan satu lagi adalah mahasiswa master berasal dari rumania. serasa perjaka di sarang perawan *hmmm.. no comment*. huehehehe. terdapat tiga kamar dengan satu dapur dan satu kamar mandi yang kami pergunakan bersama-sama.

dari mereka saya belajar mengetahui masakan mereka *dan kadang ikut memakan*. si rumania, sangat suka salad. hampir setiap malam pasti saya selalu menemukan dia meracik salad, dengan berbagai macam jenis sayuran dan buah-buahan, mulai dari selada air, ketimun, tomat, biji olive, jeruk, dan masih banyak lainnya. dari ia juga saya mengenal berbagai jenis pelengkap untuk salad. pokoknya semua masakan yang sehat-sehat, termasuk juga sushi. sedangkan si bulgaria, ia suka sekali memasak spagheti dengan berbagai macam jenis saus mulai dari lengkap, super lengkap sampe saus-seadanya-karena dia-males-banget-deh. banyak juga bumbu-bumbu aneh yang diperkenalkan. kadangkala, ia memasak berbagai jenis biji-bijian yang dibelinya dari toko turki dan membuat sesuatu yang katanya-sih-sop. juga masakan hati ayam yang di goreng dengan bumbu yang saya sendiri gak mau tanya *tapi kadang enak kok*. saat ini, ada satu teman dari spanyol yang menumpang di kamar si rumania. darinya saya merasakan *kembali* nasi paella khas spanyol yang rasanya eeeenak sekali. belum lagi campuran cumi dan jenis-jenis seafood lainnya.

dan saya? hmmm.. ternyata baru sadar kalau masakan asia itu lebih repot yah. pertama, saya harus masak nasi *it’s a must*.. kadang ditambah sayur2an *ditumis.. di sop.. atau masih banyak cara lagi*.. juga ayam atau daging yang dimasak beraneka ragam mulai dari panggang, bakar, goreng atau semur. gak jarang.. proses masak bisa mengambil waktu dua kali dari waktu masak mereka. belum lagi produksi asap yang kadang terlalu banyak, sehingga membunyikan alarm rumah. contohnya kemarin, pada saat sahabat saya memasak bakwan sayur dengan minyak sangat panas, kami menghasilkan asap yang sangat ‘caaantik’ sekali. alhasil.. saya sering membuka jendela lebar-lebar dikala memasak, walaupun udara di luar.. aduuh.. dingin abis.

tapi saya keukeuh.. karena saya merasa kalau makan malam adalah waktunya saya memanjakan diri sendiri. pagi-pagi, saya seringkali tidak sarapan *telat bangun… om…* dan makan siang di kantin hanya dengan roti dan sup saja. alhasil, makan malam adalah waktunya saya balas dendam. gak bagus sih pola makan seperti itu, but i need the hot meals in the evening! dan kadang saya shared juga beberapa masakan indonesia kepada mereka, seperti tempe, tahu, opor ayam *kalo sahabat saya bilang itu gagal* dan mereka sangat menyukainya. bahkan si rumania menghabiskan hingga ke santan2nya. huahahaha. tapi yang pasti.. mereka tidak mau lagi mencoba sambal goreng terong buatan saya. pedaaaas katanya.

kamar mandi menjadi cerita tersediri lagi. satu kamar mandi dipakai bertiga mengharuskan kita membersihkannya sehabis dipergunakan. sering, saya bangun tidur, masuk kamar mandi dan mencium bau tak sedap.. yang akhirnya membuat saya ilfil dan balik ke kamar *hmm.. cantik tidak berarti b***r-nya wangi doong*. yah.. mungkin mereka pun mengeluh hal yang sama pada saat saya keluar dari kamar mandi.. hahahahaha. belum lagi, penggunaan mesin cuci dan pengering yang berada di dalam kamar mandi. mereka pernah komplain karena saya menggunakan barang-barang itu pada pagi hari jam 8 di hari sabtu. buat mereka, wiken adalah waktunya istirahat dan tidak boleh diganggu oleh suara-suara seperti itu apalagi pagi hari. buat saya? wiken adalah waktu buat beres-beres.. termasuk mencuci baju yang menumpuk selama satu minggu. padahal mereka juga seringkali menggunakan mesin cuci pada hari kerja dan diatas jam 9 malam *weeeittss.. gak bisa tidur guehhh.. secara kamar mandi sebelahan dengan kamar*. tapi syukurlah.. hal-hal seperti itu bisa diselesaikan dengan baik, termasuk juga perdebatan masalah membersihkan dapur dan alat-alat bekas makan/masak.

beberapa kali.. kita pun keluar bareng. entah untuk minum di kafe atau sekedar jalan-jalan. mereka pun teman yang asik untuk berdiskusi. belum lagi jika kita bercerita tentang kebiasaan atau hal-hal menarik di negara sendiri, seperti kurban yang ternyata juga dikenal di bulgaria, soal rumania yang tidak semiskin yang dipikirkan orang, soal wine rumania, soal puasa dan lebaran di indonesia, hingga soal politik di negara masing-masing dan bahkan timur tengah. kita semua saling berbagi dan bertanya. bahkan sampai pertanyaan yang kedengarannya konyol tapi sebenarnya sama sekali tidak, seperti.. di indonesia ada buah nenas? apel? mangga? jeruk? ada beruang? macan? jerapah? dan masih banyak lagi.

well… memang banyak suka dukanya. tapi yang pasti.. menjadi pengalaman tersendiri untuk bisa memahami kultur setiap orang.. juga kebiasaan masing-masing. termasuk membaginya. sayang.. saya dan si rumania harus pindah ke tempat lain bulan depan. tapi.. next time saya akan mencoba untuk mencari housemates yang berbeda negara lagi. tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. owia.. next month.. saya akan tinggal bersama orang turki. hmm.. kita lihat pengalaman apa yang akan saya dapet dari dia. hahahahaha.