rindu bogor..

saya rindu bogor..
tiba-tiba kata-kata itu terlintas di antara dinginnya angin yang masuk melalui jendela kamar ini *had to open it.. since the need for smoking was higher than the cold feeling itself*. membaca banyak hal di jendela maya membuat saya mengingat banyak hal soal bogor. kotanya sendiri tidak pernah membuat saya merindunya… mungkin saya cuma rindu akan suasananya… rindu akan memori yang pernah ada di sana… rindu pada banyak komunitas yang pernah ada di sana. rindu mereka.

bogor memang hanya sebuah kota yang tidak terlalu besar dan cenderung tidak terlalu lengkap. saat ini, banyaknya angkutan umum dan motor kreditan membuat kota ini terlalu sesak, sumpek dan tidak nyaman untuk ditinggali. saya ingat 25 tahun yang lalu ketika bapak membangunkan saya subuh-subuh di hari minggu untuk berlari pagi menuju pasar anyar melewati jalan dr.sumeru yang memiliki banyak pohon kenari di kanan kirinya. sangat segar. selain olahraga, saya berebutan dengan adik-adik mengumpulkan buah kenari yang terjatuh di trotoar. setelah memakan ketan bakar dan teh panas, kami biasanya pulang dengan menggunakan angkot kuning yang saat itu masih sangaaat sedikit jumlahnya. macet? gak ada di kamus kami saat itu. terakhir saat saya akan meninggalkan bogor, baru dibuka (lagi) satu pusat perbelanjaan terbesar di bogor. dan katanya itu membuat bogor semakin macet dan penuh saja.

namun, bogor juga memikat saya dengan banyaknya makanan yang tersedia disana. hingga pukul 2 malam pun kita bisa mencari makanan penghangat perut. jajaran warung tenda di pajajaran menjadi salah satu favorit saya untuk mencari makanan. mulai dari sate kambing pak kumis.. sinar remaja yang membuat saya tergila-gila pada nasi goreng ikan asin.. warkop sari rasa yang berasa starbucks.. soto lamongan.. dan masih banyak lagi. belum lagi kafe-kafe dan restoran-restoran baru yang banyak bermunculan di sekitarnya.

bogor pun menyimpan banyak kisah.. buat saya.. dia.. dan mereka. berjalan menembus hujan ataupun panasnya bogor.. menikmati kopi hangat di sebuah kafe.. berteriak-teriak dan tertawa di sebuah pojokan kota bogor. tangisan, lambaian atau senyuman di angkot… di stasiun kereta.. di terminal bis baranang siang.. terminal damri menuju bandara.. atau di sebuah kendaraan pribadi menembus kota bogor. sebuah pengakuan di simpangan lieur.. sebuah celaan di banyak tempat. sekolah kuliah dan pekerjaan yang menjelimet. perkenalan pada banyak orang pada banyak waktu, ataupun sebuah pertemuan kembali sahabat-sahabat lama. bogor pun menjadi tempat terciptanya memori akan persahabatan.. kasih sayang.. termasuk pengkhianatan… dan lompatan untuk sebuah hal bernama masa depan.

tapi bogor tetaplah bogor.. dengan semua kemacetan yang ada dan banyaknya factory outlet dan mall bertebaran, kota itu tetaplah menyimpan sesuatu buat saya. dan.. walaupun saya tidak pernah mau mengakuinya.. saat ini saya sedang rindu bogor… dan mereka.

*untuk kamu.. ya kamu.. kita punya memori kan di kota itu?*.

image: http://www.greatmirror.com