new house.. new mate..

akhirnya saya pindah rumah. dengan dibantu beberapa sahabat akhirnya semua barang-barang pun berpindah dari rumah lama ke rumah yang baru. mulai dari celana dalam hingga sofa putih besar. gak kebayang juga ternyata dalam tiga bulan bisa mengumpulkan barang sebanyak itu. ckckck.

rumah baru itu hanya dua kamar dengan satu kamar mandi, satu ruangan besar untuk menonton tivi dan satu dapur. bersama dengan seorang kawan dari turki, selaku pemilik rumah, saya berbagi seisi rumah itu. kamar saya sendiri berukuran 4m x 4m yang ia lengkapi dengan satu lemari besar dan satu karpet tebal. sisanya? saya lengkapi sendiri mulai dari kasur, sofa, meja dan televisi. faktor bahasa dan budaya sepertinya akan menjadi bahasan menarik selama saya tinggal di sana. ia hanya bisa bahasa turki dan belanda, sedangkan saya hanya bisa bahasa inggris dan indonesia. kebayang kan? dalam dua hari saja saya sudah menemukan banyak peristiwa-peristiwa lucu dan ganjil bersamanya. saya, sedikit banyak, seperti dalam film BABEL. huahahaha.

yang pasti ia sangat rapi dan teratur. setiap malam, sepulang bekerja ia selalu menghabiskan waktu dengan menonton televisi turki, yang terpancar dengan bantuan parabola kecil yang terpasang di depan rumah. selain itu, ia habiskan waktu dengan berinternet, chatting dengan keluarganya di turki sambil merokok dan meminum teh khas turki dengan menggunakan satu gelas kecil dan saringan.

sebagai tuan rumah ia sangatlah baik hati dan suka menolong. pada saat saya ingin mengatur pesawat tv yang saya miliki, walaupun butuh waktu setengah jam untuk saling mengerti apa maksud dari masing-masing, akhirnya malam itu diakhiri dengan ditariknya kabel antena dari ruang tamu menuju kamar saya. ia juga menolong saya membongkar tempat tidur yang tidak saya butuhkan, namun itu juga butuh waktu lama bagi kami untuk mengerti bahwa : saya tidak ingin tempat tidur besar itu dan ia akan menaruhnya di gudang pada hari jumat. gossh. namun sedikit banyak berbicara dengannya menambah kosakata bahasa belanda saya. dan ia.. tetap saja tidak mengerti bahasa inggris. sehingga kadang.. saya suka iseng berbicara dalam bahasa indonesia dan tetap saja itu tidak ada pengaruhnya. huehehehehe.

namun malam kemarin, saya bisa ‘berbicara’ banyak dengannya, mulai dari orang-orang turki yang menjadi warga negara kelas bawah di belanda (ia bahkan menuliskan gajinya.. setelah bekerja selama 21 tahun di sini.. wooow belanda itu emang gila deh ya..), teh turki yang katanya sangat sehat sehingga ia tidak butuh obat-obatan lagi, keluarganya (ia ternyata sudah memiliki satu istri yang cantik dan empat anak yang cantik serta ganteng.. turki gitu looh), cara membuat roti turki, bahkan hingga upacara pernikahan ala turki. amazing kan? entah saya yang pandai menangkap pembicaraan dia, dia yang bisa menerangkan dengan baik, atau saya yang punya imajinasi terlalu bagus untuk menjelaskan pembicaraan itu. entahlah. hahahahah.

saya pun sudah mencoba ‘nasi’ turki yang agak berminyak itu dengan dua daging goreng, hasil olahannya di dapur. walaupun agak bikin enek, tapi rasa lapar mengalahkan semua itu. o iya, ia juga memiliki pemanggang untuk roti khas turki yang ia simpan di dapur. hm.. sepertinya roti shoarma akan menjadi pilihan menarik pada saat weekend mendatang. yummy!!!

hmm.. new place.. new days.. and new experiences!

image punya ririn