saya butuh diruwat..

gak tau kenapa.. tapi beberapa minggu ini, saya ngerasa banyak banget kesalahan yang dilakukan. dari semua itu, cuma ada satu kesimpulan, either saya yang bodoh, ceroboh atau malah karena emang sial? banyak hal yang sebenernya simpel tapi akhirnya malah menimbulkan hal-hal (biaya) yang gak simpel sama sekali.

mulai dari sepeda yang tiba-tiba pedal kirinya copot dan dilanjutkan dengan rem kiri yang tiba-tiba putus. namun saya masih membandel dan membiarkannya seperti itu hingga minggu-minggu berikutnya. namun, tiba-tiba hari kamis kemarin rem kanan saya ternyata terlepas juga dan saya sedang dalam kecepatan yang lumayan kencang dengan jalanan yang cukup menurun. akhirnya saya harus menerobos lampu merah dan mendarat dengan sukses di gentong-gentong di depan kantor pos besar. untung masih bisa diperbaiki dan saya bisa melanjutkan perjalanan pulang.

rem yang kurang pakem juga pernah membuat saya terpelanting pada saat mengayuh sepeda bersama si botak. tak sengaja, sepeda saya menyentuh roda belakangnya. saya tidak bisa memberhentikan sepeda dengan seketika, sehingga akhirnya saya putuskan untuk melompat dan membiarkan sepeda masuk ke semak-semak dengan sukses. alhasil.. tangan saya baret-baret. dan sepeda? tetap seperti itu.. tidak diperbaiki..

lampu sepeda pun tiba-tiba mati. padahal ketika saya cek tidak ada masalah dengan bola lampunya, kabel ataupun dinamonya. Akhirnya saya membeli lampu yang bisa ditempel di badan atau tas. baru dua hari membeli, tiba-tiba.. pyaar.. lampu itu terjatuh. dan akhirnya saya harus membeli lampu yang baru lagi. saya putuskan membeli lampu yang cukup bagus dan memasangnya di stang sepeda, namun dua hari mengunakannnya, ternyata lampu itu mati dan pada saat saya tiba di parkiran rumah.. pyaaar.. lampu itu terjatuh kembali dengan sukses. hmm.. saya gak bisa ngomong apa-apa lagi.

kesialan juga terjadi dengan rumah.. dimulai dengan air panas dan penghangat yang tidak mau jalan. gila aja.. mau winter dan tidak ada air panas??? akhirnya dengan menghabiskan beberapa euro.. saya coba untuk menelepon customer service yang tidak bisa berbahasa inggris. akhirnya saya menyerah dan menyuruh salah satu teman untuk menghubungi mereka. dan begonya.. jawaban mereka adalah.. tambahkan air hingga tekanan 1.5 bar atau tanyakan ke tetangga!! bujug buneng.. cs apaan??? mentang2 wiken.. males beneeer..!!@##@.

akhirnya saya coba ketuk pintu tetangga dan meminta bantuan mereka. ternyata sangat simpel saudara-saudara!!! cukup keluarkan selang.. nyalakan keran.. dan masukan air ke dalam pipa yang tersedia hingga tekanan minimum 1.5 bar saja.. dan taraaaaaaaa.. air panas sudah tersedia. itu belum selesai.. masih banyak kesialan2 di rumah.. seperti menumpahkan minyak.. air.. dan lain-lain. semuanya bikin saya geleng-geleng.. dan bertanya.. ada apa dengan mu..qq??

kesialan masih berlanjut minggu lalu.. ketika saya menginap di wageningen. pulang jam 11 malam di tengah cuaca dingin, membuat saya ingin menghangatkan tubuh secepatnya di rumah. tiba di depan rumah.. saya mendapati kenyataan bahwa kunci saya tertinggal di kamar si botak di wageningen. saya cuma bisa misuh-misuh seraya berlari mengejar kereta terakhir ke wageningen. akhirnya.. saya pulang ke utrecht di pagi hari buta untuk (kembali) mengejar kereta paling pagi supaya tidak terlambat ke kampus. bayangkan harga yang harus saya bayar.. untuk bus dan kereta.. dan juga rasa kesal!

puncaknya *i hope.. that was the last*.. adalah hari ini..
rasa malas dan sepeda yang busuk.. membuat saya memutuskan untuk mengunakan bus ke kampus. di belanda.. bus menggunakan kartu ber-strip yang akan di tandai sesuai dengan tujuan kita. dari rumah ke stasiun membutuhkan 2 strip, dan ke kampus membutuhkan 3 strip. tapi saya dengan bodoh dan liciknya hanya menggunakan dua strip saja. pengalaman beberapa kali yang tidak pernah ada pemeriksaan, membuat saya iseng untuk tidak menambahkan satu strip dalam perjalanan kali ini. biasanya saya selalu menambahkan atau bahkan sudah menggunakan 3 strip sejak di halte depan rumah. tiba-tiba.. di tengah perjalanan.. masuklah tiga orang berseragam.. huaaaa.. dan memeriksa semua kartu penumpang. alhasil.. saya tidak bisa berkutik. di tengah keramaian.. bersama satu orang cina *duh.. kenapa semua asia yaaa* akhirnya mereka mendenda saya sebesar 36.60 euro untuk satu strip itu. satu strip yang biasanya senilai 80 cent saja membumbung tinggi akibat kebodohan saya. pagi ini akhirnya dibuka dengan misuh-misuh saya di mana-mana.. anj********************ng!!@##@.

sekarang.. di saat semua sudah reda, saya menulis..dan berpikir.. apakah saya perlu diruwat? sepertinya iya.. hiks..

dan apapun itu yang menjadi penyebab semua ini.. saya minta maaf..

foto: http://www.pikiran-rakyat.com by andri gurnita