pulang..

aku [hanya] merasa letih dan ingin sendiri.

[ketika] ku tanya pada siapa.
tak ada yang [mampu] menjawab.
sebab semua peristiwa hanya [tersimpan] di rongga dada.
[ini pun hanya menjadi sebuah] pergulatan yang panjang dalam kesunyian.

aku [mencoba] mencari jawaban di laut.
kuseret langkah menyusuri pantai.
[tiba-tiba] aku merasa mendengar suara.
menutupi jalan [yang selama ini aku buat].
menghentikan petualangan.

aku ingin pulang

kenapa ebiet? entah.. tapi mendengarkan lagunya selalu membawa saya akan masa-masa kecil, harumnya mentari pagi, kesibukan menuju sekolah, tape deck hitam rakitan ayah dan sebuah keluguan dalam melihat kehidupan. saat ini, saya ingin pulang pada momen-momen itu.. walaupun saya tidak tahu apa makna dan letak ‘pulang’ pada kehidupan sekarang.

garing abis mode on..