ganti handuk

tinggal lama di negara orang, sedikit banyak menambah pengetahuan soal kebudayaan dan juga kebiasaan hidup mereka *itu juga bagian dari kebudayaan kan?*. mulai dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, banyak hal yang gak pernah gue pikirkan sebelumnya dan ternyata malah jadi kepikiran *dudul banget kan?*.

salah satunya adalah soal mengganti handuk. sebenarnya ini bukan pemikiran baru sih, apalagi bukan hal yang terlalu penting juga di era global warming seperti sekarang ini *heh?*. gue melihat fenomena ini berbulan-bulan yang lalu dimana housemates gue menjemur banyak handuk setiap waktu mencuci tiba, juga pada saat berkunjung ke beberapa rumah teman-teman gue di mana koleksi handuk mereka yang banyaknya ampun-ampunan. sedangkan gue? cuman punya 2 handuk besar dan 2 handuk kecil.

terakhir adalah pada saat gue menginap di salah satu teman lama di utara belanda sana. tumpukan handuk menjadi pemandangan di kamar mandi mereka, dan itu memaksakan gue untuk bertanya. kudu.. kudu dan kudu. setelah berdiskusi panjang lebar dan tertawa yang lebar panjang, ternyata sang partner adalah pengguna handuk harian. setiap hari dia pasti mengganti handuk, termasuk diantaranya handuk muka. setiap hari? iya.. satu handuk perhari. gak percaya. ya udah.

sebuah hal remeh yang kemudian gue refleksikan pada diri sendiri. gue biasanya mengganti handuk pada saat mulai terasa kotor, bau, ataupun berubah warna. bisa jadi dua minggu atau bahkan sebulan. pas gue di indonesia, kayanya gue juga gak ganti handuk sesering dia. padahal cuaca di indonesia kudunya bikin handuk jauh lebih bau dibanding di belanda, karena keringat yang kita usapkan lebih banyak yang menempel di handuk. iya gak? dia bilang mengganti handuk sering-sering adalah hal wajar bagi orang-orang di belanda ini. ah.. really?? sebagian besar mengganti handuk sekali atau dua kali setelah mereka pake, begitu katanya. tapi teuteup.. buat gue kok kayanya itu tetep kebanyakan ya om?

di dunia, kebiasaan mengganti handuk ini pun ternyata beragam. gue ambil contoh di website ini. dari hasil survey cepat mereka, 30% ternyata mengganti handuk setelah 1-2 kali pakai, 31% setelah 3-4 kali pakai, 21% setelah 5-6 kali pakai dan 18% mengganti setelah 7 kali pakai atau lebih. di website lain, datanya lebih menarik: sekali pakai (24%), sampe handuknya bau (28%), seminggu sekali (19%), tergantung siapa yang nginep (3%) dan setiap saat (26%). jadi.. gue yang ganti handuknya… berarti …….. ? hahahaha… ya owlooh… jorok banget ya?

gue akhirnya mencoba serius iseng bertanya pada beberapa temen indonesia gue. syukur banget.. ternyata gue tidak sendirian.. fiuuh. beberapa temen gue ganti handuk lebih dari satu minggu bahkan sebulan. hahahaha. memang bukan sesuatu hal yang patut untuk dibanggakan sih. seperti oknum X yang saya tanya dengan malu-malu, ternyata beliau tidak pernah mengganti handuk kecuali memang hidungnya mencium bau yang tidak sedap pada handuk ituh. owh.. may gowwd.. juga oknum Y yang ternyata mencuci handuk jika ia melihat warna handuk itu sudah mencapai cokelat kehitaman. secara handuk dia adalah handuk berwarna putih pecah. huekks. ada lagi yang ganti handuk jika cuaca terang, sehingga jika ia mencuci pagi, maka sore sudah bisa ia pake lagi. ini biasanya karena handuknya cuman ada satu. huahahaha.

tapi pada akhirnya, dari perbincangan gak penting itu, gue menjadwalkan mengganti handuk setiap seminggu sekali. gak terlalu jorok kan untuk orang yang tinggal di negara yang bikin kita gak berkeringat dan orang yang mandi sehari sekali? iya bener.. gue cuman mandi sehari sekali di sini. abis dingin banget dan kalo sering-sering mandi bikin kulit wajah jadi pewcah-pewcah *ngeles abis*. eniwei kalo kalian gimana? ganti handuk setelah berapa hari?