hatiku sayang.. hatiku malang..

untuk kebutuhan makan seminggu, membeli kebutuhan masak secara borongan biasa gue lakukan di albert heijn, sebuah toko swalayan terlengkap dan tertua di belanda. one stop shopping, begitu gue selalu menyebut ritual belanja mingguan ini. mulai dari beras sampe bawang goreng, tersedia lengkap di sana.

berputar-putar selayaknya emak-emak berbelanja, tak disangka dan tak dinyana, ternyata gue menemukan seonggok hati sapi. membayangkan semur hati sapi buatan nyokap, gue pun membelinya dengan perasaan berbunga-bunga. akhirnya.. gue bisa makan hati sapi juga.

harga hati sapi memang lebih murah dibanding membeli daging sapi ataupun ayam. untuk ayam, harga termahal adalah ayam tanpa tulang, kecuali di minggu-minggu tertentu, ada diskon khusus yang membuatnya sangat murah. seorang sahabat, biasa memborong ayam-tersebut dan menyimpan selama beberapa minggu *merki abis lo.. huakakak*. setelah itu berturut-turut paha ayam, sayap ayam, hingga bagian-bagian lainnya, termasuk jantung dan hati ayam. hati sapi? jangan tanya.. jarang banget. no wonder kenapa gue begitu senangnya kan?

tengah malam, sambil membuat kopi di ruangan dapur, tiga bule rumah ini tiba-tiba meminta gue untuk membuka freezer kulkas gue. rupanya mereka melihat ketika gue memasukan belanjaan ke dalam kulkas tadi sore. sambil membuka, mereka mengambil hati sapi gue dan mengatakan kalau gue gak bisa makan itu karena itu adalah bagian yang jarang dimakan oleh manusia.

jeng..jeng…jeng…

gue gak kaget sebenarnya, karena banyak cerita mengenai bagian-bagian sapi ataupun ayam yang memang tidak dimakan oleh mereka, dan karena itu dijual murah di beberapa toko daging. sambil berusaha tenang gue menyiapkan kata-kata untuk mengatakan bahwa di indonesia kita *kita?? lo kali ma golok tukang daging* terbiasa untuk memakan ini dan menjadikannya sebagai makanan yang enak.

seperti biasa, gue juga udah membayangkan kekagetan mereka. seraya berpikir bahwa mereka akan terkagum-kagum tentang keberagaman kultural di seluruh dunia. seperti halnya kemaren mereka terkaget-kaget ngeliat gue makan nasi di pagi hari *asli.. lagi lapar.. sisa nasi kemaren pula.. sayang kan kalo gak abis*. dengan bangga gue pun bilang kalo di indonesia kita makan berat 3 kali sehari. ugh.. gue pun kembali melihat sebuah perbedaan yang indah.. what a wonderful world.

tapi, sebelum gue sempat untuk mengatakan hal tersebut, si bule cuma menunjuk sebuah label bulatan hijau di pojokan pembungkus, dan berkata.. qq ini artinya.. for animal, kita biasa kasih untuk anjing.

what?? tiba-tiba martabat bangsa gue pun kembali menaik. what the hell dengan perbedaan. what the hell dengan keindahan dunia. yang pasti.. gue gak mau keliatan kalo orang indonesia makan makanan anjing mereka. titik.

gue pun cuma bisa mengatakan: oh ya? waaah.. gue pikir itu daging sapi. kok mirip yah? udah gitu, tulisannya juga mirip yah? *gue.. best actor untuk academy award 2009*.

malam itu juga.. semur hati sapi gue pun melayang di tempat sampah dapur. sigh… bendungan!@@#$@!