blog dan masturbasi (pikiran) gue

membaca perseteruan para blogger, antara budi, adinoto dan eep, beberapa hari yang silam membuat gue berpikir ulang asal muasal gue nge-blog dan kebebasan nge-blog (ala gue tentunya). bukan.. bukan.. gue gak akan bahas masalah yang ada di antara mereka, toh gue juga gak begitu kenal mereka. mereka cuma orang-orang yang masuk list blog-walking harian gue, itu aja. semua masalah pasti ada penyebabnya dan buat gue itu masalah personal mereka. mungkin masalah itu sudah beres atau juga malah lebih panjang lagi. kalaupun pengen tau masalah yang ada diantara mereka, silahkan buka blog mereka dan baca aja satu per satu.

kembali soal nge-blog, gue coba buka memori di otak ini ketika pertama kali nge-blog. hmm.. *menerawang* semua diawali ketika gue bakal pergi ke belanda tahun 2003 dan ternyata diundur sekitar satu bulan. hiks. akhirnya dalam masa nunggu itu, gue iseng-iseng bikin wesbite html. gue dibantu tiga temen IT (dan baek), ija bune dan tiza, yang gak sungkan-sungkan ngasih bantuan soal website *thanks a lot guys*. gue juga maklum kalo beberapa satu dari mereka agak gak sabaran dengan segala macam pertanyaan tolol gue. ini lah yang terjadi kalo seorang anak kehutanan dengan nekadnya bikin website. hahaha.. i miss all those arguments and discussions, ja. empat tahun lewat, dan wesbite gue pun akhirnya ber-evolusi jadi seperti sekarang ini. hahaha.

awal nge-blog, gue cuma pengen berbagi buat orang-orang terdekat gue tentang hidup gue di belanda. tapi lama kelamaan, gue ternyata menemukan kenikmatan nge-blog yang gak pernah dirasakan sebelumnya. gue bahkan meng-ibaratkannya sebagai masturbasi pikiran. gue gak menampik kalo unsur narsisme mengambil porsi besar pada saat menikmati hobby nge-blog ini *iya lah, kalo emang mo masturbasi pikiran doang mah, pake aja buku diary*.

gue pun menulis apa aja, mulai dari keseharian gue, perasaan gue, informasi penting dan gak penting, foto-foto narsis sampe masalah hobby dan personal life gue. beberapa tulisan sengaja gue bikin ngambang, yang membuat yang membaca memiliki penafsiran sendiri terhadap isinya. mengasyikan ketika beberapa orang bertanya ke gue soal apa yang gue tulis dengan penafsiran mereka sendiri tentunya. beberapa bahkan pernah marah karena apa yang gue tulis, ada ada aja. gue pun bahkan menjadi wartawan bagi blog ini. gue sibuk mencari data, mencari sumber tulisan mengeditnya dan menampilkannya di blog. seperti halnya orgasme, mungkin seperti itu kepuasan yang gue dapat.

namun, blog yang awalnya dianggap sebagai barang personal pun akhirnya berbatas. beberapa blog akhirnya dianggap menjadi milik publik dengan tekanan di sana sini. beberapa blogger pun menjadi seleb blog dengan hit ratusan sampai ribuan setiap harinya. namun, entah karena memang tuntutan pembacanya ataupun cuman ge-er bahwa pembacanya membutuhkan tulisan yang jauh lebih berkualitas, akhirnya tulisan di blog pun dibatasi dan tidak bebas seperti dahulu lagi. tidak semua hal akhirnya masuk ke dalam blog. tidak semua hal akhirnya dianggap pantas untuk masuk ke dalam ‘rumah’nya.

tidak salah memang, apalagi jika kita lihat bahwa se-personal-personalnya sebuah blog, tetap kita menyediakan sesuatu buat pembaca. belum lagi adanya kecenderungan (kesenangan? kebanggaan?) untuk menerima komen seabrek-abrek, di-hit dan di-link sebanyak-banyaknya, ataupun tuntutan moral untuk menulis sesuai dengan profesi kita, membuat tulisan yang ditampilkan dipikirkan matang-matang.

gue pun pernah ngalamin kaya gitu dan itu lebih karena faktor kedua yaitu… GE-ER *hahahaha… iyalah.. gue seleb blog juga bukan.. hit ratusan atau ribuan apalagi, gak banget*. tapi bener.. gue pernah memiliki masa-masa ke-geer-an dan berpikir panjang untuk nge-blog, belum lagi ngerasa down akibat tidak ada komen di postingan yang gue buat. hal-hal itu menambah panjang alasan gue untuk malas nge-blog.

hingga akhirnya, gue beberapa kali menerima email yang mengatakan bahwa mereka membaca blog gue walaupun tidak pernah komen. bahkan perasaan gue begitu membuncahnya ketika mereka mengatakan bahwa mereka mengikuti hidup gue dari blog. beberapa bahkan merasa terbantu karena blog gue. momen yang membuat gue berpikir ulang terhadap kegiatan nge-blog. momen yang menampar gue terhadap tujuan awal nge-blog. momen yang membuat gue ingat, bahwa gue perlu bermasturbasi pikiran atau bahkan mendapatkan orgasme yang sama seperti dulu lagi.

memang, tidak semua tujuan orang nge-blog itu sama. kita pun sebagai blogger, mungkin pernah terkontaminasi oleh stigma-stigma yang ada di masyarakat dan dunia blogger, atau bahkan stigma yang sebenarnya diciptakan sendiri *bujuuug.. bahasa lo q..*. keinginan buat menjadi seleb-blog ataupun be popular melalui blog tidaklah salah. namun jika harus membatasi kreativitas, membuat kita menjadi orang lain, atau bahkan males nge-blog lagi, tentu malah bukan jadi hal yang benar lagi.

selain itu, gue suka kampanye u r what u blog yang saya baca di kaosnya pakde ndobos. it’s true… anda adalah apa yang anda tulis di blog. orang lain akan menilai anda dari apa yang anda tulis. jadi, nikmati nge-blog seperti apa yang anda inginkan. kalau memang butuh popularitas, cari cara yang elegan untuk bisa populer. jika ingin mendapatkan kepuasan menulis, menulislah tanpa merasa harus takut dibatasi oleh siapapun. jika ingin berbagi keahlian dan informasi, berbagilah tanpa diembel-embeli tujuan lain. gampang bukan?

gue sendiri? biarlah tetap ber-masturbasi pikiran sebagaimana tujuan awal saya nge-blog. walaupun, gue juga berharap beberapa tulisan gue akan berguna untuk yang membaca. tapi, dengan menulis apa yang gue mau, ber-masturbasi kapan pun gue mau, ber-orgasme kapanpun gue sempat, ternyata membuat gue menemukan kembali kenikmatan nge-blog. kalau soal kewajaran dan menghargai orang lain ataupun norma2 yang ada (dan kita percaya) ketika nge-blog, tentu kembali kepada pribadi kita masing-masing. biarlah orang lain yang menilai kita seperti apa yang kita tulis di blog. u r what u blog, toh?