agamaku dan agamamu

indonesia adalah salah satu inisiator untuk asia-europe meeting interfaith dialogue 4 tahun yang lalu. ketika bertemu dengan para delegasinya di denhaag, sesaat setelah mereka bertemu para delegasi negara lain di amsterdam, membuat saya bertanya-tanya dalam hati: seberapa efektifnya kah forum ini?

walaupun, pada kesempatan itu mereka bisa menjelaskan peranan indonesia di dunia internasional, bagaimana pandangan negara lain terhadap keberagaman agama di indonesia, dan pujian-pujian selangit lainnya. tapi, saya merasa ada “ketidakrukunan” yang cukup fundamental antar delegasi agama. juga saya merasa ragu bahwa forum ini bisa merukunkan antar agama yang ada di indonesia. apalagi melihat di dalam agamanya masing-masing saja masih belum bisa satu suara *alias tidak rukun*?

ah.. tapi mungkin itu berawal dari ketakutan saya bahwa forum-forum seperti ini hanya sebuah make-up belaka. atau seperti screen saver windows yang ketika digoyang langsung keluar aslinya.

pembahasan agama memang tidak pernah ada habis-habisnya. karena agama yang seharusnya menjadi hal personal antara manusia dan TUHANnya, menjadi sebuah hal publik yang harus diatur kanan-kiri sehingga seringkali mengaburkan inti dari agama yaitu berbuat kebaikan di muka bumi ini. sisi ethical seperti itu yang kadang dilupakan oleh pemeluk agama, dan lebih mengedepankan hal-hal egois yang mengatakan bahwa agamanya adalah yang terbaik. saya percaya, apa yang pemerintah lakukan untuk mengatur agama memang untuk kebaikan bersama, namun kesadaran antar pemeluknya untuk bisa menghargai satu sama lain, tentu akan membuat hal tersebut jauh lebih efektif.

kita butuh kedamaian untuk bisa bertahan hidup bukan? amin.

images: http://www.post-gazette.com/