BERAU | season 02 episode 01: pagi yang aneh

pagi itu tiba-tiba saya dikejutkan oleh sesosok hitam besar yang berdiri di depan pintu kamar. dengan muka memelas ia langsung masuk dan bersimpuh di samping tempat tidur. tiba-tiba ia berbisik, “bang, doakan saya yah.. pagi ini saya akan digantung. semua orang sudah berkumpul semua di luar, siap menangkap saya.” tak lama ia langsung mencerocos soal ketakutannya, soal jaksa dan polisi akan menjemputnya karena ketahuan minum alkohol di bulan puasa, juga soal semua orang di tempat ini yang bersekongkol menghakimi akibat gosip yang ia sebarkan.

weits.. apa-apaan nih? saya cuma bisa melongo mendengar cerocosnya. belum juga kesadaran saya penuh, tiba-tiba dia menyuruh saya melongok ke jendela dan menunjukan sebuah tali di jembatan besi yang menurutnya adalah gantungan yang akan menjemput ajalnya. saya terhenyak, antara kasihan dan ingin tertawa, namun lebih memilih diam melihat keseriusan di wajahnya yang mirip panda. akhirnya saya hanya bisa berkata, “ya udah.. ati-ati aja ya.. nanti saya doakan… jangan lupa banyak-banyak berdoa juga sama allah.” dia mengangguk dan perlahan keluar kamar dengan wajah yang sendu. sigh… saya pun kembali tertidur.

ini bukan kali pertama, sehari sebelumnya ia pun sudah “curhat pagi hari” soal hidupnya yang susah, ditambah kepergiannya ke berau ini yang ternyata agak sedikit “complicated”. saya gak mau berpikir jauh, yang pasti orang ini memang unik *untuk tidak mengatakan dia agak kurang waras*, agak sedikit kekanak-kanakan dan memiliki kecemasan yang berlebihan. saya benar-benar speechless. sepertinya, season dua perjalanan saya di berau ini akan lebih berwarna dibandingkan dengan season sebelumnya. tak hanya si panda, namun juga tetangga kamar yang mirip vokalis kangen band hingga tukang masak yang agak lebai bernama jablai. itu semua akan semakin melengkapi hari-hari saya di berau yang sejak awal memang sudah ajaib. yihaaa!!

selasa siang, diiringi hujan deras, saya mendarat (kembali) di bandara kalimarau – berau *eh berima!!?*. dengan tentengan seadanya: satu koper, satu backpack dan satu tas kecil *weeeh.. seadanya??* saya siap untuk memulai episode hidup baru di berau selama tiga-empat bulan ke depan. bukan (sepenuhnya) untuk liburan *enak aja*, tapi ini adalah tahap yang cukup menentukan penelitian disertasi saya ke depan. riset yang sudah saya persiapkan selama berbulan-bulan akan segera di mulai dalam beberapa hari ke depan.

agak sedikit nervous juga menghadapi riset kali ini. asisten yang saya cari pun belum ditemukan. saya tidak bisa mengerjakan ini sendirian, atau saya akan menghabiskan banyak waktu, uang dan juga tenaga. tiga hari pertama pun saya sibukan dengan mencari asisten lokal dan juga merapihkan semua pertanyaan-pertanyaan survey. beberapa perlengkapan tetek bengek pun saya cari. perlahan saya mulai bisa menikmati kesibukan ini. tempat ini pun menjadi semakin membuat saya merasa di rumah.

bukan saya tidak betah di bogor. beberapa minggu di bogor ternyata membuat saya terlalu dimanjakan walaupun bukan dalam artian hidup enak dan mewah. tapi bepergian ke tempat yang baru seringkali membuat kita dapat bersyukur akan kehidupan yang selama ini kita miliki. kita bisa semakin tahu bahwa sesusah-susahnya hidup kita masih ada orang yang hidup jauh lebih susah. malu lah sama pemotong bawang di berau yang masih bisa tertawa walaupun hidup dan bawangnya mungkin bisa bikin kita menangis *masih mau ngeluh juga? *.

berau pun tidak banyak berubah setelah satu tahun saya tinggalkan. kota kecil tanjung redep masih tetap dinamis. warung-warung makan di sepanjang sungai segah masih tegak berdiri, dan semakin ramai di malam hari. motor-motor masih banyak bersliweran di mana-mana, dengan helm yang gak boleh lepas dari kepala, kecuali pada jumat siang jam 12 sampai jam 1. helm-helm itu ternyata boleh digantikan oleh peci untuk sholat jumat *haha.. i know..i know.. udah lah gak usah dibahas*. perahu-perahu ketinting masih ramai hilir mudik di dua sungai yang melintasi kota ini. cuaca pun masih tidak bersahabat, kadang panas tinggi yang tiba-tiba dilanjutkan dengan hujan deras tiada henti. *ah nikmati saja lah.. belanda kadang jauh lebih parah dari ini kok. iya toh?*

wish me luck.. i really need that. semoga riset ini bisa lancar di empat lokasi yang direncanakan. untuk yang mau berlibur ke derawan.. silahkan datang, saya siap menemani jika tidak bentrok dengan jadwal riset. percayalah.. berkunjung ke derawan adalah salah satu dari 10 hal yang harus kalian lakukan sebelum mati, selain facebook-ing *lirik temen yang baru bikin account fb*.