belajar menulis

hidup tidak pernah bisa ditebak, tapi bisa direncanakan (walaupun implementasi rencana juga kadang tidak selamanya sesuai dengan keinginan). membuat novel adalah salah satu dari 43 hal yang ingin saya lakukan dalam hidup. saya tulis itu 5 tahun yang lalu. and now.. i did it!! namun, ketika novel itu jadi dan terbit, saya malah tidak percaya jika salah satu wishlist dalam hidup telah tercoret (dan juga salah satu resolusi 2009). *lah.. gimana sih??*

ya.. akhirnya 1 april 2009, bayi itu lahir juga. negeri van oranje, nama yang akhirnya menjadi lekat dengan saya, wahyu, adept dan anis. sebuah masterpiece yang bermula dari ngopi-ngopi, kongkow-kongkow, haha hihi, plus keinginan untuk berbagi pengalaman berharga dalam hidup kami, hingga akhirnya menjadi sebuah 2 lembar plot cerita dan 477 halaman novel.

menulis berempat juga bukan hal mudah, i must say. empat otak jadi satu dan membuatnya jadi sebuah novel adalah sebuah perjuangan yang menyenangkan.  jarak yang berjauhan, kesibukan yang berbeda, cara menulis yang tidak sama, hingga mood yang tidak dalam satu channel, mengiringi pembuatan novel ini. kapok buat menulis novel? sama sekali tidak! nantikan saja.. 😉

ternyata april saya masih belum lengkap. saya masih harus menghapus salah satu resolusi 2009 *eh.. ternyata masih banyak yang harus saya lakukan di tahun ini.. sigh*. di minggu yang sama, tulisan saya kembali terbit. artikel traveling saya, mengenai utrecht diterbitkan oleh esquire indonesia. inilah salah satu ‘orgasme‘ kesukaan saya berjalan2, fotografi dan menulis.

utrecht adalah salah satu kota yang berkesan dalam hidup, dan membuat saya begitu antusias menuliskan sebagian kecil keindahannya dalam sebuah tulisan. romantisme dan seni yang menyatu dalam sebuah kota tentu bukan hal yang bisa dilewatkan jika anda berada di belanda. ingin tahu lebih banyak? berkunjunglah ke utrecht.. atau beli lah majalah esquire indonesia terbaru *promo terus*.

menulis memang menjadi bagian saya sejak awal bekerja. menulis report/laporan project tepatnya. pekerjaan sebagai peneliti membuat saya terus berlatih untuk menulis. menguraikan berbagai macam data dari lapangan menjadi sebuah laporan ataupun artikel ilmiah. ditambah lagi menjalani kehidupan kembali sebagai mahasiswa membuat saya harus menulis tugas, thesis dan sekarang disertasi. apakah saya menikmatinya? well.. yes. dan ketika kesempatan menulis datang dalam bentuk novel, juga artikel2 pendek di majalah, maka antusiasme saya terhadap aktivitas ini semakin menjadi.

walaupun begitu, saya belum tidak mau disebut penulis, walaupun dalam konteks bercanda, karena saya memang belum siapa-siapa. masalah pengaturan waktu saja masih kalang kabut. saya pun mengamini apa yang ‘other half‘ saya bilang: menjadi penulis dan hobi menulis adalah hal yang berbeda. saya? belum tau ada di mana. biar waktu yang menjawab. *huayah* yang pasti.. saya akan terus ‘belajar’ untuk menulis.

PS: SELAMAT MENCONTRENG!! TODAY IS THE ELECTION DAY..