jorge cham, tukul and the coffee spiller

buat saya, presentasi yang hebat tergantung dari kombinasi beberapa hal, yaitu slide yang informatif, kemampuan bicara yang ringkas,  informatif dan tidak kaku. ditambah dengan persiapan materi yang matang, dan kalau memungkinkan melihat siapa audience yang akan hadir.

menjadi presenter yang baik tidak mudah. saya sudah membuktikannya. tak heran, ketika saya mendapat kesempatan untuk ikut kelas presentasi di kampus, tanpa panjang lebar, saya mengambilnya. ternyata, banyak hal dalam presentasi yang tidak saya lakukan selama ini. belum lagi mengatasi rasa gugup dan kesulitan bernafas ketika ada di hadapan ratusan orang. karena itu, buat saya, presentasi bukan hal mudah.

dulu saya tergila-gila dengan style-nya al gore mempresentasikan gejala perubahan iklim. dengan slide-nya yang ciamik, gaya berbicara yang tenang dan informatif membuat saya kagum bukan kepalang. ditambah dengan steve job, di acara tahunannya apple, membuat saya makin salut dengan kemampuan orang-orang yang menjadi presenter. steve job mampu menyihir saya untuk diam terus pada saat ia melakukan presentasi. padahal hanya lewat youtube. slidenya? jangan ditanya…

kemarin, satu orang hebat menambah koleksi presenter handal, yaitu jorge cham. komikus phdcomic dan juga pencetus teori ‘the power of procrastination‘ ini membuat saya dan ratusan orang lainnya hadir berbondong-bondong menghadiri lecture-nya di kampus. ia tidak hanya mampu membuat saya tertawa terbahak-bahak, tapi juga membuat saya berdecak kagum melihat caranya menyampaikan materi yang.. simple tapi mengena buat kami para mahasiswa phd. slide-nya sederhana, namun tidak sesederhana dalam pembuatannya. ia memikirkan every single step yang akan dibicarakan dan reaksi yang akan diberikan oleh audiencenya, baik melalui slide dan omongannya. ia bahkan menggambarkan belanda di awal presentasinya dengan cara yang buat saya.. awesome!

mungkin saya agak bias, karena saya menyukai materinya. ia berbicara tentang kehidupan mahasiswa phd di universitas dengan segala macam ketololan dan kebodohannya, termasuk bagaimana kesulitannya menghandle supervisor. belum lagi urusan-urusan external seperti gaji yang pas-pasan, social life yang makin berkurang, dan hal tetek-bengek lainnya. gosh.. gue banget! itu yang hampir semua orang yang hadir bilang setelah ia menyelesaikan presentasinya.

tawa kami mengingatkan saya ketika pertama kali menonton tukul. bagaimana saya bisa menertawakan tukul bukan hanya karena dia lucu tapi mungkin karena seperti menertawakan diri sendiri. bagaimana kalangan (termasuk saya) yang merasa dirinya ndeso bisa menertawakan diri sendiri adalah sebuah kepuasan pribadi yang tidak terbayar oleh apapun. itulah cara untuk bisa tetap eksis.

termasuk juga komik karya jorge cham yang saya ikuti sejak lama. ia memaparkan bagaimana sosok lima orang phd student dengan latar belakang yang berbeda, dan cenderung bukan outstanding students karena untuk lulus aja susah, berjuang untuk bisa mencapai gelar itu. dan bukannya belajar yang rajin, mereka malah sibuk melakukan banyak hal lain a.k.a procrastination. karena itu, ketika banyak orang merasa te-resonated dengan penggambaran itu, akhirnya mereka semua bisa tertawa bersama-sama. bukan menertawakan jorge cham, namun menertawakan diri sendiri.

belum lagi konsep the power of procrastination yang lagi-lagi membuat saya (dan ribuan bahkan jutaan orang) terhenyak dan berkata: hey.. i do the  same thing!! procrastination secara singkat mungkin bisa dikatakan sebagai menunda-nunda pekerjaan dengan melakukan pekerjaan lain yang mungkin tidak penting. facebook-an dan melihat koleksi komiknya jorge cham di moment kita harus bekerja, adalah beberapa contohnya. termasuk menulis blog, nonton youtube, nonton tv, dan semua hal yang pada akhirnya membuat kita semakin panik ketika menyadari bahwa waktu kita sudah semakin sempit. biasanya, semua itu diakhiri dengan sebuah perasaan bersalah.

tapi secara kontrovesial, dia mengatakan.. IT’S OK. beberapa orang besar melakukan procrastination kok, dalihnya. sir isaac newton adalah salah satu contohnya. Ia seharusnya ada di lab, dan bukan duduk-duduk di bawah pohon apel. namun, toh ia menemukan formula terkenalnya di bawah pohon apel kan? hahahaha. juga jorge cham tentunya. dibanding menyelesaikan phd-nya, dia malah menerbitkan banyak komik dan akhirnya membuat dia semakin dikenal di dunia akademia.  anyway, sekarang dia sudah lulus dan bekerja di california institute of technology sebagi peneliti. eh saya juga membuat novel di sela-sela study phd saya, loh. *ugh.. ternyata saya juga menganut paham itu*.

well, mungkin tidak semua orang setuju dengan konsep nyeleneh itu. tapi, harus diakui, banyak orang melakukannya. kalian juga kan? justru, bagaimana membuat procrastination itu menjadi lebih produktif dan berguna.. itu tantangannya! *silahkan google untuk informasi dan justifikasi untuk melakukan procrastination lebih lanjut*

semua itu membuat saya semakin kagum. alhasil saya rela mengantri untuk membeli bukunya. and as usual, shit happens. kebodohan genetis membuat saya menggegam kopi ke depan meja yang dipenuhi oleh tumpukan buku-buku karyanya. dan.. tanpa berperikemanusiaan, saya menumpahkan sebagian kopi itu ke sebuah tumpukan buku. *silent*

arrrgh.. saya gak bisa percaya dengan apa yang saya lihat. alhasil, pada saat book signing, ia menjadi sedikit jutek ketika teman saya bilang.. hei jorge, he’s the coffee spiller. *garuk-garuk teman saya*. ia pun menulis di buku yang baru saya beli: RIZKI.. DONT SPILL THE COFFEE. *oh bumi.. telanlah aku….*

***

update ke wordpress 2.8 ternyata malah membuat saya menyesal. theme ini tidak disupport dengan baik dan malah membuat beberapa postingan hilang. arrrgghhh…..