menunaikan rukun U2 yang kelima

saya penggemar U2. tak hanya karena lagu-lagunya bagus, namun juga karena beberapa aktivitas kemanusiaan mereka. saya juga memiliki lima pilar U2, atau rukun U2 namanya. satu adalah mengetahui lagu-lagunya. dua adalah membeli album dan cd-nya. tiga adalah membeli buku-bukunya. empat adalah mendapatkan merchandisenya, entah membeli sendiri atau diberi teman. lima adalah menonton konsernya secara langsung, bila mampu.

tahun 2005, ketika kelompok yang digawangi oleh bono, edge, larry dan adam ini manggung di amsterdam, saya sudah berada di bogor. iri rasanya melihat teman-teman saya menonton konser vertigo mereka dengan gegap gempita. saya pun cukup puas menunaikan rukun U2 yang keempat, berupa pin cantik bertuliskan U2.

tahun 2009 ini, saya hampir kecewa karena kehabisan tiket. bahkan, ketika calo-calo itu menawarkan tiket dengan harga melambung, saya cuma meneguk ludah. h minus dua, seorang sahabat tiba-tiba menawarkan sebuah tiket dengan harga jauh lebih murah dari harga normal. jual habis rupanya calo-calo itu, dibandingkan tidak laku. tanpa pikir panjang, saya mengiyakan.  ragu dan deg-degan, itu yang saya rasakan. tak hanya karena tiket belum di tangan, namun juga karena akan mendapatkan kesempatan  menonton mereka berempat secara langsung.

senin, 20 juli 2009 menjadi momen bersejarah ketika saya berhasil menunaikan rukun U2 yang kelima. saya mendapat kursi tak jauh dari panggung, persis di depan tempat keluar personel U2.  panggung yang 360 derajat membuat semua posisi menjadi sama saja. sebagai pembuka, saya dihibur selama 45 menit oleh band favorit saya lainnya, yaitu snow patrol. tak lama, saya berteriak gaduh melihat personel U2 keluar dari belakang panggung, tepat di depan mata saya. gila..

tanpa banyak basa-basi, mereka langsung menggebrak amsterdam dengan lagu breathe. bernyanyi bersama bono dan puluhan ribu penonton membuat saya merinding. apalagi dengan layar yang 360 yang tiba-tiba turun pada saat lagu city of blinding lights, membuat saya tambah histeris. amazing! total 23 lagu mereka nyanyikan, termasuk breathe, no line on the horizon, get on your boots, magnificent, beautiful day, mysterious ways, i still haven’t found what i’m looking for, angel of harlem, in a little while, unknown caller, unforgettable fire, city of blinding lights, vertigo, i’ll go crazy (remix), sunday bloody sunday, pride (in the name of love), mlk, walk on, where the streets have no name, one, ultraviolet, with or without you dan moment of surrender.

malam itu kami pun tak hanya dihibur oleh aksi panggung yang hebat *walaupun mereka sudah tidak muda lagi*, tata lampu laser yang dahsyat, layar 360 derajat yang bikin geleng-geleng kepala, namun juga beberapa isyu diluar musik U2. kami semua secara bersama-sama bernyanyi untuk isyu-isyu pengentasan kemiskinan, aids, anti rasial, penjuang demokrasi di burma – aung san suu kyi, mengenang michael jackson, dan 40 tahun pendaratan manusia pertama di bulan – neil amstrong.

saya pun pulang dengan muka tersenyum lebar. inilah konser terhebat sepanjang hidup saya. tak sia-sia membeli tiket dengan harga murah *iya laaah*. tanpa ragu-ragu saya berjanji untuk menunaikan rukun U2 yang kelima lagi, jika mampu tentunya. di bawah ini beberapa foto dari hape, yang memang tak begitu bagus, karena kamera benerannya justru disita di pintu masuk. ugh. juga satu video favorit yang kebetulan bukan saya yang buat, tapi.. trust me.. keren abis!

[aaqq01]0GHya9zSsx8&e[/aaqq01]